Tampilkan postingan dengan label tugasut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tugasut. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Oktober 2018

Filsafat Administrasi


Tugas 1
Setelah Anda membaca dari materi inisiasi 1, 2 dan 3, mohon dijawab pertanyaan- pertanyaan berikut:
1.Apa pengertian Filsafat?
2. Mengapa kita wajib mempelajari Filsafat Administrasi?
3.Berdasarkan pengalaman anda, Apakah filsafat administrasi sangat bermanfaat dalam melaksanakan Admnistrasi yang efektif dan efisien? Uraikan jawaban anda!

Jawaban:
1.      Filsafat  adalah segenap rangkaian aktivitas pemikiran yang dilakukan secara sungguh-sungguh untuk mencari jawaban terhadap berbagai persoalan yang mencengangkan manusia serta terdiri atas bentuk-bentuk aktivitas pemikiran, berupa perekaan, deskripsi, analisis, penilaian, pemahaman dan penafsiran
2.      Dengan mempelajari filsafat maka kita dapat berfikiran logis, kritis, kreatif, berfikir jernih dalam menghadapi berbagai permasalahan. Begitu juga dalam mempelajari filsafat administrasi. Karena pada dasarnya filsafat administrasi adalah mencari hakekat dari administrasi itu sendiri.  Dimana administrasi sendiri mempunyai pengertian proses penyelenggaraan untuk mencapai tujuan dari usaha kerja sama yang dilakukan oleh sekelompok orang.  Sehingga sangat penting bagi kita untuk mempelajari filsafat administrasi, apalagi bagi seseorang yang bekerja di dalam birokrasi. Dengan mempelajari filsafat administrasi kita akan memiliki proses berfikir yang matang, berstruktur, dan mendalam terhadap hakekat dan makna yang terkandung dalam ilmu administrasi. Dari proses berfikir yang demikian seseoang akan mampu melakukan kegiatan administrasi dengan baik, sehingga tujuan akhir dari administrasi dapat tercapai.
3.      Filsafat administrasi sangat bermanfaat dalam melaksanakan administrasi yang efektif dan efisien. Dengan mempelajari filsafat adminitrasi, tentu akan merubah pola piker seseorang dalam bekerja dan bertindak, terutama dalam kegiatan administrasi. Pola piker yang terstruktur, matang dan logis dalam menghadapi suatu permasalahan tentunya sangat membantu dan mendukung dalam pencapaian administrasi yang efektif dan efisien. Sebenarnya didalam mempelajari filsafat administrasi, kita secara tidak langsung juga akan mempelajari filsafat-filsafat yang lain, seperti filsafat politik, dan hukum. Dimana filsafat-filsafat tersebut juga akan berpengaruh dalam suasana administrasi. Tidak bisa lepasnya administrasi dengan politik, hukum, tersebut akan berpengaruh juga dalam pelaksanaan administrasi. Oleh sebab itu, apabila seseorang telah mempelajari filsafat administrasi, maka segala suasana kerja administrasi dapat disikapi dan dihadapi dengan baik, sehingga administrasi yang efektif dan efisien dapat terwujud dan tercapai.

Konsep Multikulturalisme


Unsur pokok yang harus ada pada konsep multikulturalisme adalah:
1.       Manusia dan kebudayaan tidak dapat dipisahkan  dalam artian bahwa manusia tumbuh berkembang dan hidup dalam dunia terstruktur oleh budaya, kemudian manusia mengatur hidup dan hubungan sosialnya dalam suatu kerangka system makna tertentu, dan menempatkan identitas budaya sebagai suatu yang berniali dalam hidupnya.
2.       Budaya yang berbeda juga menggambarkan system makna dan visi tentang hidup yang baik, yang berbeda antara satu budaya dengan budaya yang lain.
3.       Hampir semua kebudayaan adalah plural, artinya kebudayaan mencerminkan hasil interaksi yang terus menerus antara beragam tradisi dan berbagai cabang pemikiran.
Unsur pokok multikulturalisme  diatas ada dan melekat pada masyarakat Indonesia, sehingga masyarakat disebut sebagai masyarakat yang multikulturalis.
Pada poin 1, manusia dan kebudayaan tidak dapat dipisahkan. Masyarakat Indonesia merasakan hal tersebut, suatu contoh pendatang yang datang pada daerah yang baru dengan perbedaan kebudayaan akan merasa asing dan tidak nyaman, dan lama kelamaan mmereka akan mencari kebudayaan di tempat asal mereka.  Contoh lain masyarakat jawa yang bertransmigrasi ke Kalimantan, akan mendirikan suatu group kesenian jaranan misalnya, dikarenakan pada tempat baru mereka tidak bisa menemukan  kesenian dari tempat asal mereka. Pada saat kesenian jaranan tersebut ditampilkan, maka pendatang lain yang juga dari jawa akan berbondong-bondong dating untuk menyaksikan pertunjukan tersebut. Dari contoh tersebut, jelas bahwa antara manusia dan kebudayaan tidak dapat dipisahkan
Pada poin 2, setiap daerah mempunyai budaya masing-masing, dimana kebudayaan tersebut diakui ddan diyakini masyarakatnya sebagai panutan atau tradisi yang baik. Contoh, adanya budaya bersih desa dan grebeg suro, diyakini masyarakat jawa sebagai tradisi yang baik, yang mempunyai banyak makna. Begitu juga dengan adanya budaya atau tradisi sedekah rame di sumatera selatan, juga diyakini sebagai tradisi yang baik sebagai ungkapan rasa syukur mereka..
Pada poin 3, budaya di Indonesia terbentuk memang dari hasil interaksi yang terus menerus, yang mana interaksi tersebut ada yang disadari maupun yang tanpa disadarinya.  Suatu contoh masyarakat betawi dikatakan sebagai penduduk asli Jakarta, kebudayaannya terbentuk dari adanya interaksi masyarakat pribumi dan masyarakat colonial belanda pada masa penjajahan dahulu.

Dari penjabaran tersebut, jelas bahwa ketiga poin dari unsur pokok multikultulalisme ada dan berjalan pada masyarakat Indonesia, sehingga masyarakat Indonesia dapat dikatakan sebagai bangsa yang multikulturalis.